SELAMAT DATANG DI KLINIK PSIKOLOGI
(dikelola oleh Niki N. Fitri K.W, Psikolog)

Kami menyediakan jasa layanan Konsultasi Psikologi, Assesmen Psikologi dan Psikoterapi.

Dan bagi yang ingin mengkonsultasikan seputar permasalahan psikologis secara gratis, silahkan kirim permasalahan anda berikut data diri lengkap melalui email; niki.n.fitri@gmail.com (tanpa data diri lengkap tidak dilayani)

Untuk konsultasi dan layanan lebih lanjut anda dapat menghubungi : 021-70694562

CONSULTANT PARTNER


PELATIHAN SINGKAT "BE READY TO WORK"

Pelatihan untuk kesiapan siswa/mahasiswa/umum menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
( Rutin setiap Sabtu minggu ke 4)

Pokok bahasan :
1. Mengenal profile kepribadian
2. Meningkatkan kepercayaan diri
3. Tip membuat surat lamaran & CV yang menjual
4. Kiat menjawab dalam interview
5. Cara mengerjakan psikotes yang benar

Biaya:
50.000/siswa
75.000/mahasiswa
100.000/ umum

Dengan mengikuti pelatihan ini anda sekaligus menjadi member data kandidat perusahaan kami selama 1 tahun.


Segera daftarkan diri anda ke:
Global Consulting
tlp/fax. 021-70694562
email : hr.service@g-tekno.com




16 Desember 2009

Merubah sifat pasangan benarkah menjadikannya pribadi lain?

Oleh Niki N. Fitri,Psi

Kurang lebih sebulan yang lalu,saya membaca catatan seorang teman di sebuah komunitas. 
Rupanya apa yang ia tuliskan adalah kesimpulan dari apa yang dialaminya selama berumah tangga. Sebutlah Ina, yang memiliki kebiasaan rapih, terencana dan tepat waktu, bersuamikan Budi yang kurang mempedulikan kerapihan, ceroboh dan seringkali menggampangkan suatu masalah. Diawal pernikahan mereka, memang belum dirasa menjengkelkan oleh Ina, tapi setelah berjalan 3 tahun...sepertinya Ina mulai merasa tidak betah hidup bersama Budi. Setiap hari Ina mengomel sambil membenahi semua koran,majalah, gelas, piring kotor, baju, sepatu dan yang lainnya kembali ketempat semula. Budi yang mendengar omelan Ina selalu menjawab hal yang sama setiap hari," Maaf sayang aku lupa". 
Sampai akhirnya Ina mulai pasrah dan merasa bahwa memang nasibnya harus bersuamikan Budi yang ceroboh dan selengek'an. Ina mulai mencari cara agar lebih memudahkannya memberesi semua hal berantakan yang ia temui di rumah, antara lain dengan men-stepler koran dan meletakkan rak sepatu di dekat pintu masuk. Ina telah membuat sebuah profile tentang Budi suaminya sendiri sebagai seorang yang ceroboh, tidak disiplin, berantakan dan cuek. Tapi benarkah Budi seperti itu? dan benarkah yang dilakukan Ina?


Saya yakin cerita diatas adalah fenomena yang biasa kita temui di sekitar tempat tinggal kita...setuju kan?
Atau mungkin anda sendiri mengalaminya? 
Ketika kita mulai jatuh cinta dan pacaran, sudah tentu masing2 dari kita berusaha memperlihat semua yang terbaik yang kita miliki, bahkan sering tanpa kita sadari berusaha menutupi kekurangan kita. Ini hal yang wajar, namun bertambahnya waktu kita mulai mengenal lebih dalam dan mencintai serta memutuskan untuk menikah dengan pasangan kita. Tak ada lagi rahasia dan setulusnya tak boleh disesali bila ternyata pasangan kita tidak seperti harapan kita. Anda dan pasangan anda adalah dua pribadi beda yang bersatu saat ini untuk membina, mengarahkan biduk rumah tangga dan mengejar visi hidup bersama. Jangan biarkan perbedaan sifat melupakan anda dari tujuan utama pernikahan. Jadikanlah perbedaan membuat kita saling mengisi dan  memperbaiki kekurangan masing-masing. 
Lalu bagaimana kita dapat merubah sifat pasangan kita yang kurang baik? Apakah akan merubah kepribadiannya? Berubah ..itu sudah pasti tapi menurut saya kata"merubah" tidak tepat, namun bisa diganti dengan kata "perbaikan"sifat dan bukan kepribadiannya yang berubah.
Sifat terbentuk dari prilaku yang dilakukan berulang-ulang dan kemudian menjadi kebiasaan hingga akhirnya menyatu dengan diri kita. Untuk membentuk prilaku baru atau menghentikan dan merubah sebuah prilaku  tertentu,diperlukan ketekunan dan perlu diberlakukan punishment & reward sampai benar2 terbentuknya prilaku tadi. Lalu siapa yang paling efektif merubah sifat buruk kita? jawabnya adalah diri kita sendiri. Perubahan yang terbentuk dari kesadaran diri lebih positif hasilnya. Orang lain terutama org yg paling kita cintai (pasangan hidup) bisa menjadi pemicu atau penyemangat diri untuk memperbaiki diri.

Kembali pada cerita Ina diatas, jelas cara Ina kurang tepat karena hanya menggunakan punishment (omelan) untuk menyadarkan Budi. Dan yang terjadi Budi semakin terlena dengan kebiasaan buruknya karena sudah ada Ina yang membereskan segala sesuatunya.

semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua...





Tidak ada komentar: