SELAMAT DATANG DI KLINIK PSIKOLOGI
(dikelola oleh Niki N. Fitri K.W, Psikolog)

Kami menyediakan jasa layanan Konsultasi Psikologi, Assesmen Psikologi dan Psikoterapi.

Dan bagi yang ingin mengkonsultasikan seputar permasalahan psikologis secara gratis, silahkan kirim permasalahan anda berikut data diri lengkap melalui email; niki.n.fitri@gmail.com (tanpa data diri lengkap tidak dilayani)

Untuk konsultasi dan layanan lebih lanjut anda dapat menghubungi : 021-70694562


CONSULTANT PARTNER


PELATIHAN SINGKAT "BE READY TO WORK"

Pelatihan untuk kesiapan siswa/mahasiswa/umum menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
( Rutin setiap Sabtu minggu ke 4)

Pokok bahasan :
1. Mengenal profile kepribadian
2. Meningkatkan kepercayaan diri
3. Tip membuat surat lamaran & CV yang menjual
4. Kiat menjawab dalam interview
5. Cara mengerjakan psikotes yang benar

Biaya:
50.000/siswa
75.000/mahasiswa
100.000/ umum

Dengan mengikuti pelatihan ini anda sekaligus menjadi member data kandidat perusahaan kami selama 1 tahun.


Segera daftarkan diri anda ke:
Global Consulting
tlp/fax. 021-70694562
email : hr.service@g-tekno.com




25 November 2010

Hukuman negosiasi lebih efektif untuk anak

Oleh Niki N. Fitri,Psi

Kebanyakan para ortu menghukum anak tanpa syarat. Ayah atau Bunda langsung menentukan hukuman dan tidak memberi kesempatan pada anak untuk memilih atau menjelaskan kenapa ia harus dihukum."Kalo kamu tidak segera mandi, nanti Bunda pukul, loh". Padahal ini salah besar karena tanpa sadar kita membiarkan anak-anak kita belajar kekerasan baik lewat kata-kata ataupun tindakan. 

Tahukah ayah bunda hukuman menjadi efektif bila ada negosiasi. Si kecil akan tahu konsekuensi di depan, bila tidak melakukan X kemungkinannya Y.Konsekuensipun kesannya dua arah, sehingga anak punya andil dan paham kalau dia tidak melakukan sesuatu, dia akan mendapatkan ini.Misalnya anak mau belajar makan sendiri, negosiasinya ia tidak boleh membawa piring sambil berlari. Kalau tetap melakukannya nasi akan berceceran. Nah ajak ia mengambil nasi yang tercecer, itu sudah merupakan hukuman bagi dia. Dalam mendidik anak amat disarankan untuk menggunakan reward daripada punishment.

Punishment juga berarti mengambil hak si anak, yang tadinya boleh jadi tidak boleh. Sebaiknya berilah anak alternatif sehingga ia memiliki sesuatu untuk dapat dilakukan. "Karena tadi kakak memukul adek sampai menangis, maka sore ini kakak nggak boleh main sepeda, tapi boleh menggambar di kamar!". Dengan demikian si anak tahu kenapa ia dilarang main sepeda.
Sesekali boleh saja mengabulkan keinginan si kecil dengan catatan tetap dengan negosiasi. Jika si anak bersikeras ingin makan coklat di malam hari, sementara kita tahu dapat merusak giginya. Ayah/bunda bisa katakan, " Baik, kakak boleh makan coklat, tapi setelah itu sikat gigi dan kumur agar gigi kakak tidak rusak". Dengan begini akan membuat anak tahu bahwa pendapatnya dihargai namun dengan konsekuensi.

Lakukan konsekuensi secara konsisten, ketika si anak melakukan kesalahan segera beri konsekuensinya. Prinsipnya adalah ada sebab ada akibat atau ada aksi ada reaksi.
Jika aksi ditambah reward maka akan menjadi penguat bagi anak untuk mengerjakan lebih baik lagi , sementara aksi yang ditambah punishment diharapkan tidak menimbulkan reaksi kembali.
Jika reward dan punishment hanya datang kadang-kadang saja akan membuat anak bingung, maka ayah/bunda lakukanlah dengan konsisten. Tentu saja hal ini butuh waktu dan kesabaran. tapi  demi si buah hati tak ada yang sia-sia.. selamat mencoba Ayah & Bunda...
sumber: nakita

08 Oktober 2010

4 UJI WAKTU EFEKTIF

Oleh Niki N. Fitri,Psi

Kita semua pasti tahu bahwasanya waktu dan kehidupan selalu bersama dan tak bisa dipisahkan. Meskipun tiap orang tahu kalau waktu tak pernah kembali, namun seringkali banyak orang kurang peduli dengan waktu sampai akhirnya mereka menyesal dan mulai berandai-andai karena telah menyia-nyiakan waktu.
Nah agar kita  tidak termasuk golongan mereka, bolehlah rekan-rekan mencoba menerapkan "Metode 4 uji waktu" berikut ini sehingga setidaknya waktu anda mulai terkonsumsi secara efektif.

Waktu tidak pernah berubah, tetap 24 jam sehari, 60 menit sejam dan dan terus berjalan. So kalau rekan2 masih berusaha untuk mengatur waktu, itu salah besar. Sebenarnya yang perlu di kelola adalah kegiatan atau pekerjaan kita yang disesuaikan dengan berjalannya waktu.

1. UJI PERTAMA: Apakah ini sesuatu yang perlu dikerjakan?
    Uji pertama adalah untuk memeriksa apakah hal yang sampai ke meja anda merupakan sesuatu yang layak dikerjakan atau tidak. Ini merupakan bagian yang cukup kompleks, karena banyak godaan. Seorang manager sering terjebak dengan melihat hal yang menarik dibandingkan hal yang penting. Apabila anda merasa dokumen /file yang anda pegang perlu dibaca tapi memakan waktu lama segera sisihkan untuk waktu senggang anda.
Tujuan utama dari uji pertama ini adalah langsung memutuskan tindakan. Apabila perlu dikerjakan atau diambil tindakan tertentu teruskan ke uji kedua.

2. UJI KEDUA : Apakah saya yang harus mengerjakannya?
    Uji  kedua adalah untuk memeriksa apakah haruss anda sendiri yang mengerjakan pekerjaan tersebut atau dapat didelegasikan. Sebuah opini manajerial modern mengatakan bahwa semua hal yang masuk ke meja anda, 70%  dapat didelegasikan, 20% harus ditangani sendiri, sisanya 10% adalah "junk", sampah. Termasuk didalamnya adalah surat penawaran, majalah, brosur dll.
Tujuan utama dari uji kedua ini adalah menentukan siapa orang yang mengerjakannya. Apabila dapat didelegasikan berilah pesan di sudut atas dokumen: orang yang menerima pendelegasian, tindakan anjuran dan batas waktunya. Apabila harus dikerjakan sendiri, lanjutkan ke uji ketiga. Yang seringkali menggagalkan proses pendelegasian adalah kurangnya kepercayaan pada bawahan dan ketidaktegasan.

3. UJI KETIGA : Bagaimana prioritasnya?
    Uji ketiga menentukan bagaimana anda menentukan prioritas pekerjaan. Secara umum prioritas dapat dibagi menjadi empat;
1. Yang mendesak dan penting
2. Yang penting tapi kurang mendesak
3. Yang mendesak tapi kurang penting
4. Yang kurang penting dan kurang mendesak
Tujuan utama uji ketiga ini adalah menentukan urutan berdasarkan kepentingannya. Setelah mengetahui prioritas pekerjaan , lanjutkan ke uji keempat. Yang sering menjadi dilema dan jebakan pada bagian ini adalah seringkali seseorang mendahulukan pekerjaan yang menyenangkan tapi kurang penting.


4. UJI KEEMPAT : Bagaimana cara terbaik mengerjakannya?
     Uji keempat merupakan uji efisiensi. Kita mengambil cara terbaik untuk melakukan tindakan. Tahap ini merupakan pilihan dan kecenderungan pribadi. Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan serta keterampilan, kita akan dapat mengembangkan  metode kerja kita.
Tujuan utama bagian ini adalah efisiensi dan inovasi. Seseorang seringkali mencari jalan yang termudah tanpa memperhatikan efisiensi waktu. Pada sesi ini diharapkan rekan2 tidak malas untuk berkreasi dan mencoba alternatif cara mengambil tindakan yang lebih tepat.

TIDAK BISA MEMUTUSKAN?
Ada pepatah bijak mengatakan " Langkah awal menentukan langkah selanjutnya."
Begitu pula dalam melakukan manajemen waktu. Masalah mulai muncul u bila pada uji pertama kita langsung kebingungan dan tidak bisa memutuskan tindakan.Namun demikian rekan2 jangan risau karena jalan keluarnya cukup sederhana:
1. Pertama kali menghadapi satu masalah/file/dokumen dan kita belum dapat memutuskan , berikan tanda bintang.
2. Pada saat menghadapi dokumen yang sama, berikan lagi tanda bintang. Semakin banyak tanda bintang, semakin kita tahu bahwa dokumen itu sudah berkali-kali kita hadapi dan kita belum dapat mengambil tindakan. Tiga tanda bintang menunjukkan anda tidak lagi efektif menggunakan waktu anda.
 3. Cara terbaiknya adalah berkonsultasi dengan orang yang kita anggap kompeten untuk membantu, misalnya atasan anda sendiri.

Untuk menjalankan semua metode manajemen waktu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Keempat uji waktu ini hanyalah salah satu diantara berbagai tools yang dapat rekan-rekan pakai. Selamat mencoba!
(sumber;MDI news/des'00)






01 Juni 2010

Menghadapi Atasan Sok Pintar

Oleh Niki N. Fitri,Psi
Dalam peraturan hubungan kerja (plesetan) ada 3 (tiga) ayat yg sering diucapkan karyawan yang frustasi menghadapi Atasannya, salah satunya berbunyi, "bahwa Atasan tidak pernah salah". Atasan sok pintar lebih sering ditemui dibandingkan bawahan yang sok pintar, apalagi jika atasan adalah juga pemilik perusahaan.
Lalu bagaimanakah agar karyawan bisa tetap exis dan bisa berkarir dengan kondisi tersebut? Adalah tidak mungkin bukan, kalau karyawan harus terus berpindah kantor  mencari atasan yang legowo dan memahami bawahannya, sementara mencari kerja yang sesuai di era sekarang ini bak mencari jarum dalam sekam.
Sayapun  beberapa kali pernah merasakan hal ini..anda juga bukan? jengkel, marah dan stress rasanya karena atasan hanya mau menerima masukan/saran yang sesuai keinginannya. Tipe atasan seperti ini saya golongkan sebagai atasan yang "gak PD" karena ia hanya mencari dukungan dan pembenaran atas gagasan/aturan yang akan di tetapkan. Baiklah, sepertinya tidak baik kalau kita bicara yang negatif saja tentang seorang atasan karena sebenarnya masih banyak juga koq atasan sekaligus owner yang "baik hati dan gak sombong".

Kembali ke topik kita tentang atasan yang sok pintar, bagaimana menghadapinya?
Kenali kepribadiannya
Hal yang pertama yang tidak boleh kita lalaikan adalah mengenal lebih dalam sosok atasan kita. Kebiasaan prilakunya, kesenangannya/hoby, harapan-harapannya, temperamennya, karakternya, dan termasuk juga hal-hal yang tidak disukainya. Berbekal pengetahuan kita tentang profile atasan, cobalah untuk memahaminya sehingga trans komunikasi yang dihasilkan nantinya lebih terbuka. contoh: bila anda melihat adanya gap kerja dua atau lebih karyawan dan memutuskan untuk melakukan perombakan jobdesc. Tentu bila anda memahami atasan anda, maka insyaAllah saat mengajukan perombakan tersebut beliau akan mendukung dan menghargainya, karena anda tahu cara dan waktu yang tepat untuk membicarakannya.

Bicaralah dengan data yang konkrit
Persiapkanlah selalu data-data yang jelas, konkrit dan actual semua hal yang berhubungan dengan jobdesc anda sebelum anda memenuhi panggilan atasan anda. Seorang atasan tentu ingin tahu apa saja yang telah anda lakukan dan seberapa maksimal anda telah menggunakan kemampuan anda untuk kemajuan perusahaan. Jika anda mampu menjawab dan memberikan alasan yang mendasar tentu atasan akan mempertimbangkan kemajuan karier anda. Beliau tidak ragu untuk mempercayakan bisnis dan memberikan wewenang lebih besar kedepannya.

Tampilkan sikap tegas dan percaya diri
Anda harus tampil meyakinkan dan percaya diri karena telah diterima memegang jabatan tertentu di perusahaan tersebut. Anda harus yakin dapat menyelesaikan setiap masalah yang berhubungan dengan job anda. Jauhkanlah kata-kata negatif dan tidak pasti seperti: mungkin, kita lihat nanti saja, barangkali, saya ragu,dll. , karena hal ini akan sangat mempengaruhi pikiran dan tindakan anda. Bila saja atasan anda melihat tanda-tanda tersebut pasti beliau kecewa telah merekrut anda dan bisa jadi meremehkan anda, selanjutnya matilah karier anda di perusahaan tersebut.

Bekerja Profesional
Profesional berarti pertama; ada keahlian,keterampilan,kompetensi dalam mejalankan pekerjaan, kedua; ada komitmen moral yang serius dan ketiga; bekerja untuk mendapatkan nafkah.(mengutip tulisan Andrias Harefa)
Bila anda telah memiliki minimal 3 hal diatas dapat dikatakan anda telah bekerja profesional, lalu bagaimana dengan perusahaan dan juga atasan tempat anda bekerja... sudah profesionalkah?
Perusahaan yang profesional berarti memiliki visi dan sasaran yang jelas..memiliki etika bisnis/kerja  yang baik dan karyawan yang memiliki etika kerja, yang menghargai martabat manusia sebagai manusia. Bagaimana dengan atasan anda? apakah benar sok pintar? Jika demikian halnya tetaplah bekerja profesional sehingga kelak andalah yang akan menggantikan posisi atasan anda, karena yang menilai anda bukan hanya atasan tapi lingkungan kerja anda.
Percayalah dizaman sekarang ini sulit mencari orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi. Jika anda orangnya jangan takut di pecat, jangan takut kehilangan pekerjaan, karena ratusan perusahaan menunggu lamaran kerja anda...

30 Desember 2009

perlukah anak kita Homeschooling?

Oleh Niki N. Fitri,Psi
Belakangan ini kita sering mendengar Homeschooling dan menjadi trend tersendiri bagi sekelompok keluarga dengan memilih model ini untuk anak-anak mereka. Benarkah Homeschooling model belajar yang terbaik dibandingkan sekolah yang reguler?
Barangkali perlu dikaji ulang pemahaman tentang Homeschooling ini dan siapa saja anak-anak yang memang pantas atau cocok untuk mengikutinya, sehingga kita semua terutama anak-anak kita memperoleh manfaat yang optimal dari model pembelajaran ini.
Homeschooling atau home education yang juga dikenal sebagai sekolah rumah atau pendidikan rumah (di indonesia) adalah sebuah sistem atau model belajar yang berbasis rumah artinya oang tua adalah penanggungjawab penuh terhadap proses belajar mengajar putra/putrinya dengan waktu yang fleksibel. Namun bukan berarti lokasi belajar harus sepenuhnya di dalam rumah dan dilakukan oleh orang tua. Selain mengajar sendiri orang tua dapat mengundang guru privat atau mendaftarkan anak-anak ke tempat kursus atau magang di suatu lokasi belajar/lab/industri dan sebagainya. Orang tua lebih fleksibel memanfaatkan fasilitas,sarana, dan lokasi mana saja untuk menunjang pendidikan homeschooling putra/putrinya.
Kelebihan dan kekurangan Homeschooling
Setiap sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri begitu pula dengan Homeschooling, tapi langkah bijak yang perlu dilakukan orang tua adalah memilihkan suatu sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan putra/putri dan juga kondisi kita. Bukan sebaliknya yang hanya berdasarkan trend atau gengsi saja.
Beberapa kelebihan Homeschooling antara lain:
1. Sistem Homeschooling sifatnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak (seperti,kurikulum,materi,pengajar dan jadwal belajar)
2. Tanggungjawab dan pengawasan ortu lebih maksimal
3. Hasil belajar anak lebih baik karena hasil kesepakatan ortu dan anak(ada komitmen dari anak)
4. Tingkat keahlian khusus anak bisa teraktualisasi secara optimal.
Beberapa kekurangan Homeschooling:
1. Konsistensi dan komitmen serta tanggungjawab ortu sangat vital untuk model Homeschooling ini, sehingga bila ketiga hal ini lemah akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak.
2. Kemampuan sosialisasi anak tidak sebaik disekolah reguler
3. Harus mengikuti ujian kesetaraan untuk sertifikasi ijazah pada lembaga pendidikan yg menyelenggarakan (terkesan ribet tapi saat ini sudah banyak koq)
4. Menuntut kreatifitas Ortu dalam mendesain kurikulum, mencari informasi talenta anak dan juga guru yang tepat.
Mahalkah Homeschooling?
Justru salah besar pandangan orang yang beranggapan bahwa homeschooling mahal dan hanya bisa dilakukan untuk orang berduit atau golongan menengah keatas. Seperti namanya Homeschooling bukan hanya customized untuk hal jadwal belajar, waktu belajar, ataupun lokasi belajar tapi juga dalam hal biaya. Orang tua yang memilih homeschooling bagi putra/putrinya dapat dengan leluasa mengatur biaya yang harus dikeluarkan bagi pendidikan tanpa harus mengurangi content materi pelajaran yang harus diberikan, yang terpenting ortu harus komitmen dan memiliki kreatifitas yang besar untuk menjalankan homeschooling walau dengan biaya yang minim.
Banyak hal yang dapat dilakukan sehingga biaya homeschooling menjadi murah antara lain dengan memanfaatkan sumberdaya yang anda miliki seperti saudara, teman,dan tetangga disekitar kita dan  fasilitas umum yang  tersedia. Bahan dan materi tidak harus membeli tapi bisa dengan meminjam, download di internet atau membuatnya sendiri dari bahan daur ulang. Yang terpenting adalah kreatifitas ortu untuk menyediakan sarana dan bahan pengajaran untuk putra/putrinya sehingga menunjang keberhasilan pendidikan dan kariernya kelak.

16 Desember 2009

Merubah sifat pasangan benarkah menjadikannya pribadi lain?

Oleh Niki N. Fitri,Psi

Kurang lebih sebulan yang lalu,saya membaca catatan seorang teman di sebuah komunitas. 
Rupanya apa yang ia tuliskan adalah kesimpulan dari apa yang dialaminya selama berumah tangga. Sebutlah Ina, yang memiliki kebiasaan rapih, terencana dan tepat waktu, bersuamikan Budi yang kurang mempedulikan kerapihan, ceroboh dan seringkali menggampangkan suatu masalah. Diawal pernikahan mereka, memang belum dirasa menjengkelkan oleh Ina, tapi setelah berjalan 3 tahun...sepertinya Ina mulai merasa tidak betah hidup bersama Budi. Setiap hari Ina mengomel sambil membenahi semua koran,majalah, gelas, piring kotor, baju, sepatu dan yang lainnya kembali ketempat semula. Budi yang mendengar omelan Ina selalu menjawab hal yang sama setiap hari," Maaf sayang aku lupa". 
Sampai akhirnya Ina mulai pasrah dan merasa bahwa memang nasibnya harus bersuamikan Budi yang ceroboh dan selengek'an. Ina mulai mencari cara agar lebih memudahkannya memberesi semua hal berantakan yang ia temui di rumah, antara lain dengan men-stepler koran dan meletakkan rak sepatu di dekat pintu masuk. Ina telah membuat sebuah profile tentang Budi suaminya sendiri sebagai seorang yang ceroboh, tidak disiplin, berantakan dan cuek. Tapi benarkah Budi seperti itu? dan benarkah yang dilakukan Ina?


Saya yakin cerita diatas adalah fenomena yang biasa kita temui di sekitar tempat tinggal kita...setuju kan?
Atau mungkin anda sendiri mengalaminya? 
Ketika kita mulai jatuh cinta dan pacaran, sudah tentu masing2 dari kita berusaha memperlihat semua yang terbaik yang kita miliki, bahkan sering tanpa kita sadari berusaha menutupi kekurangan kita. Ini hal yang wajar, namun bertambahnya waktu kita mulai mengenal lebih dalam dan mencintai serta memutuskan untuk menikah dengan pasangan kita. Tak ada lagi rahasia dan setulusnya tak boleh disesali bila ternyata pasangan kita tidak seperti harapan kita. Anda dan pasangan anda adalah dua pribadi beda yang bersatu saat ini untuk membina, mengarahkan biduk rumah tangga dan mengejar visi hidup bersama. Jangan biarkan perbedaan sifat melupakan anda dari tujuan utama pernikahan. Jadikanlah perbedaan membuat kita saling mengisi dan  memperbaiki kekurangan masing-masing. 
Lalu bagaimana kita dapat merubah sifat pasangan kita yang kurang baik? Apakah akan merubah kepribadiannya? Berubah ..itu sudah pasti tapi menurut saya kata"merubah" tidak tepat, namun bisa diganti dengan kata "perbaikan"sifat dan bukan kepribadiannya yang berubah.
Sifat terbentuk dari prilaku yang dilakukan berulang-ulang dan kemudian menjadi kebiasaan hingga akhirnya menyatu dengan diri kita. Untuk membentuk prilaku baru atau menghentikan dan merubah sebuah prilaku  tertentu,diperlukan ketekunan dan perlu diberlakukan punishment & reward sampai benar2 terbentuknya prilaku tadi. Lalu siapa yang paling efektif merubah sifat buruk kita? jawabnya adalah diri kita sendiri. Perubahan yang terbentuk dari kesadaran diri lebih positif hasilnya. Orang lain terutama org yg paling kita cintai (pasangan hidup) bisa menjadi pemicu atau penyemangat diri untuk memperbaiki diri.

Kembali pada cerita Ina diatas, jelas cara Ina kurang tepat karena hanya menggunakan punishment (omelan) untuk menyadarkan Budi. Dan yang terjadi Budi semakin terlena dengan kebiasaan buruknya karena sudah ada Ina yang membereskan segala sesuatunya.

semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua...





16 November 2009

Mengenal Diri

Oleh Niki N. Fitri, Psi

Tak jarang diantara kita merasa bingung dan lama berfikir ketika harus menjawab pertanyaan seputar diri kita sendiri. Padahal yang paling tahu siapa kita ...ya kita sendiri, bukan orang lain.

Lalu kenapa itu bisa terjadi? Salah satunya karena kita kurang peduli dengan diri kita dan membiarkan orang lain memberi label seperti apa diri kita. Sehingga akhirnya banyak diantara kita yang tidak bahagia karena tidak menjadi dirinya sendiri.
Mereka hanya hidup dengan kepribadian yang diharapkan dan diterima kelompoknya atau komunitasnya saja, layaknya seorang aktor /aktris sinetron memainkan perannya.
Dan bila saja kepura-puraan ini tak segera diakhiri, tak mustahil mereka akan kehilangan jati dirinya yang khas, yang merupakan anugrah Allah yang tak ternilai.
Tentu rekan-rekan pembaca tidak mau ini terjadi pada kalian kan..?
Sebenarnya banyak kesuksesan yang dapat kita raih dengan mengenal lebih dalam diri kita sendiri, diantaranya :

  • Kita menjadi mampu memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Dengan memahami diri, maka kita dapat mengembangkan kekuatan dan menutupi kekurangan kita.
  • Mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
  • Mampu melihat secara obyektif bagaimana orang berhasil ketika mereka berfungsi dalam kekuatan mereka dan mengapa mereka gagal ketika beroperasi dalam kelemahan mereka.
Berdasarkan pada teori dan penelitian para ahli pendahulu kita tentang kepribadian, banyak sekali arti dan perbedaan pandangan, namun pada intinya Kepribadian adalah Tingkah laku yang ditampakkan oleh seseorang dengan cara/gayanya yang khas. Kepribadian ini sangat unik dan berbeda antara satu dengan orang lainnya.
Sekarang ini banyak sekali pembagian nama kepribadian, tapi dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan jenis-jenis kepribadaian menurut Hipocrates :
1 . KOLERIS
Dia punya motto "Let's do it my way" ciri-cirinya adalah: orangnya praktis, visinya jauh ke depan, kemauan keras, gerakannya cepat, cepat mengambil tindakan dan keputusan, tegas,selalu ingin perbaikan, tidak mudah putus asa, bisa memotivasi, selalu bekerja lebih dari yang seharusnya, konsisten, berorientasi pada hasil, pandai berkomunikasi.
Kelemahannya: suka tergesa-gesa, kurang perhitungan, bossy, suka memegang kendali, dan merasa diri paling benar, sulit minta maaf, tidak fleksibel,
Pekerjaan yang cocok diantaranya; pengawas, developer, motivator, politikus, dan bid. militer.

2. PLEGMATIS
Dia punya motto " Let's do it the easy way" ciri-cirinya adalah orangnya santai, tenang, obyektif, stabil, diplomatis,tidak pemarah, tidak mau menyakiti orang lain, mudah adaptasi.
Kelemahannya : suka menunda pekerjaan, tidak tegas or plin plan, kurang dinamis, kurang antusias, lambat, cenderung menghindari masalah yang rumit.
Pekerjaaan yang cocok diantaranya bidang SDM, konsultan,

3. SANGUINIS
Dia punya motto "Let's do it the fun way" ciri-cirinya adalah orangnya ramah, lincah, antusias, hangat, menarik, suka bercerita, mudah berteman, banyak ide, suka menghidupkan suasana, dinamis, fleksibel, suka menolong.
Kelemahannya; cepat bosan, kurang konsisten, emosi tidak stabil, kurang dewasa, kurang disiplin, suka buang-buang waktu untuk pembicaraan dan sering telat, mudah lupa, mudah bingung.
Pekerjaan yang cocok diantaranya adalah; salesman, bid.entertain, pengacara, penceramah.

4. MELANKOLIS
Dia punya motto "Let's do it the right way" ciri-cirinya adalah tekun, perfectionis, estetis, sangat disiplin, teliti dan analitis.
Kelemahannya : Pendiam, pemalu, kurang pandai bergaul, pendendam, dan mudah tersinggung.
Pekerjaaan yang cocok diantaranya adalah administrasi, analis, seniman.

Yang manakah kepribadian anda? Jika ciri-ciri yang anda miliki ada di ke-empat tipe di atas, jangan berfikir anda punya kepribadian ganda. Hal itu masih wajar dan normal karena sebenarnya keempat tipe itu ada dalam setiap manusia, hanya saja biasanya ada salah satu yang dominan dan yang lainnya sebagai pendukung.( untuk memastikan anda perlu mengikuti tes)

Bagaimanakah masing-masing kepribadian menyesuaikan diri ?
1. Koleris : Bersedialah punya kesabaran untuk mendengarkan, bersikaplah lebih hangat kepada orang lain, bersedialah lebih menenangkan dengan berkata"bagaimana".

2. Plegmatis : Jangan terlampau percaya pada ucapan orang lain, lebih mengacu pada hasil bukan kepada orang, bersedialah menolak, belajarlah mengatakan tidak dan percepatlah gerak anda.

3. Sanguinis : Kurangi sifat ceria anda, lebih orientasikan diri anda pada hasil, kontrol emosi dan spontanitas.

4. Melankolis : Cobalah untuk lebih terbuka dan hangat dengan rekan lain, cobalah memberi tanggapan dengan cepat, jangan terlalu kaku dengan data-data.

Semoga tulisan ini berguna untuk lebih mengenal diri...


13 November 2009

Kunci sukses ditentukan oleh sikap mental

Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh tingginya pendidikan tapi sangat ditentukan oleh sikap mental yang positif. Hal ini tidak dipungkiri lagi, terlebih setelah munculnya banyak teori dan penelitian EQ , AQ dan SQ belakangan ini.
Bila kita ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik, maka lakukanlah sesuatu 100% . Dalam hal ini perilaku bersumber dari pikiran kita.
Jadikanlah "Anda adalah penguasa pikiran anda," artinya di dalam kehidupan kita , kita harus mampu menjadi sutradara , sekaligus menjadi pemeran utama dalam film kehidupan kita (mengutip tulisan Edward Linggar)
Napoleon Hill pernah mengatakan: " Apabila anda menentukan suatu pilihan, maka konsentrasikan pikiran anda kepada apa yang terbaik yang bisa anda harapkan". Kalau anda ingin sukses, anda harus punya hasrat yang kuat untuk sukses, karena hasrat inilah yang akan mendorong daya dan segala kemampuan anda minimum 100% (unlimited power)
Pikiran merupakan sumber dari segala bentuk perilaku. pikiran inilah yang akan menentukan cara pandang dan perilaku kita baik kearah positif atau negatif. Semua itu tergantung pada diri kita sendiri. kalau kita merubah pemikiran kita berarti kita telah merubah keyakinan, merubah sikap, merubah perilaku, merubah pola kerja, merubah prestasi dan merubah kehidupan.

Sikap positif untuk diri sendiri
Kalau ada orang yang tidak bangga pada diri sendiri pastilah dia orang yang gagal...
Kita harus bisa bangga pada diri sendiri karena rasa bangga inilah yang akan menghasilkan citra diri yang positif. Selanjutnya citra diri ini akan menghasilkan rasa percaya diri yang positif pula. Agar kita respect pada diri kita, maka kita harus mengenal dengan baik kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri. Secara umum penilaian seseorang di lihat dari 4 (empat) aspek yaitu aspek fisik, intelegensi, keterampilan, dan aspek sikap atau sifatnya.

Sikap positif yang perlu dikembangkan :
1. Keuletan
Insan yang sukses dengan sadar selalu mengembangkan keuletan,dan kunci keuletan adalah berfikir positif. Menganggap kegagalan merupakan suatu proses keberhasilan.
Contohnya: Alfa Edison yang menemukan lampu pijar

2. Kebiasaan menjual diri
Orang yang bisa menjual diri akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mendapatkan kesuksesan.

3. Self Reward
Self reward adalah memberikan hadiah pada diri kita sendiri atas kesuksesan yang kita capai.
Makna dari self reward ini adalah setiap kali kita mengingat hadiah yang kita berikan untuk
diri kita, maka kita akan mengingat kesuksesan yang pernah kita capai, dimana hal ini akan
menambah self confidence

4. jangan mencari Excuse/dalih
Setiap kali gagal jangan suka mencari dalih atau kesalahan di pihak lain.

Remember ...!
Kunci sukses adalah 3H :
Head Work
Heart Work
Hard Work

Tulisan selanjutnya "Mengenal diri sendiri"

  

28 April 2009

Bagaimana Kita Memulai Sesuatu

Pernah saya terlibat dalam perbincangan dengan seorang teman yang ingin sekali menjadi seorang penulis dan mengirimkan karyanya ke sebuah penerbitan 1 tahun lalu. Namun sayang sekali sampai kemarin lusa saat saya bertemu kembali ternyata ia belum juga mengirimkan karya-karyanya. Banyak hal yang membuatnya enggan melaksanakan niatnya itu. Ia takut bahasanya kurang baik, tata bahasa tidak bagus, dan paling parah lagi ia takut karyanya akan ditolak?
Ada lagi seorang teman yang ingin bisnis catering, setiap kali ada kesempatan bertemu ia selalu mengatakan betapa menguntungkannya bisnis ini, yang dalam 1 bulan saja modal awal bisa kembali. Namun lagi lagi sama dengan teman saya sebelumnya. Ia takut masakan yang sudah disiapkan menjadi bau karena tak ada yang beli, ia harus membuat promosi lebih dahulu dan masih banyak lagi alasan pembenaran yang disampaikan.
Kejadian diatas tentu sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari bahkan kalau mau jujur kita juga pernah melakukannya.
Kenapa kita takut untuk memulai sesuatu? wajarkah?
Semua dari kita pasti pernah dihinggapi rasa ketakutan itu, contoh ketika pertama kali sekolah, pertama kali pacaran, pertama kali naik pesawat dan lain sebagainya.

Kondisi Mental
Memulai adalah awal dari sebuah perjalanan yang akan kita tempuh. Kalau kita tidak pernah memulai , maka tidak akan ada perjalanan, tidak ada yang kita lakukan, tidak ada pengalaman, bahkan tidak ada kesuksesan.
Memang untuk memulai sesuatu seringkali kita mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan ini berasal dari kondisi mental kita sendiri. Kita seringkali menciptakan praduga-praduga negatif yang akan terjadi nanti. Hal inilah yang membebani mental kita untuk memulai. Takut gagal, takut dikritik, takut hasilnya kurang memuaskan dan lain sebagainya yang akhirnya membuat kita tidak berani untuk memulai.
Lalu kalau sudah begini kondisi mental kita, bagaimana merubahnya?
Mulailah dengan tidak berfikir negatif. Isilah dan rubahlah fikiran kita dengan hal-hal positif tentang keberhasilan sehingga akan memotivasi diri kita untuk bertindak. Percayalah sekali anda memikirkan hal positif tentang apa yang akan anda kerjakan, maka akan bermunculan cara-cara positif lain yang akan terus membantu anda untuk langkah selanjutnya. Yang terpenting disini adalah kita tahu betul tujuan kita.

Keberanian
Hal lain yang sangat menentukan keberhasilan kita adalah keberanian kita, bukan nekad lho. Berani karena kita sudah mempersiapkan diri dengan kemampuan kita dan segala resikonya sementara nekad berarti kita memulai tanpa mempersiapkan segalanya (yang penting mulai, urusan ada masalah itu belakangan).
Intinya keberhasilan itu tidak ditentukan oleh akhir dari usaha tapi ditentukan oleh awal dari usaha, dan untuk mengawali diperlukan keberanian. Keberanian untuk menerima resiko apapun, baik atau buruk.
Keberanian berarti percaya pada diri sendiri. Percaya pada diri sendiri berarti percaya dengan kemampuan yang kita miliki.
Sudahkah kita memilikinya? kalau belum artinya kita harus mulai mengenali diri kita lebih dulu. Apa , siapa dan bagaimana kita sebenarnya? Apa kekuatan dan kelemahan diri kita?
Kesulitan untuk memulai sesuatu ternyata lebih pada ketidakpercayaan diri kita sendiri. Kita terlalu membesar-besarkan prasangka buruk yang belum tentu terjadi, padahal kenyataannya tidak demikian. Ketika kita sudah melangkah percayalah langkah selanjutnya akan lebih mudah, ide-ide baru akan muncul dan akhirnya tercapailah tujuan kita. Ingat jangan terpaku pada satu cara menuju satu tujuan, banyak cara yang bisa kita tempuh dan semuanya tergantung pada diri kita sendiri.

Akhir kata, memang mudah untuk mengatakan, namun saya yakin kalau anda mau mencoba pasti anda akan merasakan apa yang saya katakan.
Tidak ada artinya kalau kita hanya bercita-cita, berandai-andai tanpa berani memulai. Tak akan ada akhir jika tidak ada awalnya dan tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan.




15 April 2009

JANGAN TERBURU MENGATAKAN ANAK ANDA HYPERAKTIF

Beberapa orang tua terlihat cemas melihat anaknya yang terus berlari kesana-kemari, loncat sana loncat sini seakan tak takut bahaya akan terjatuh. Tanpa banyak acuan lalu mereka menyangka anak mereka hyperaktif, padahal belum tentu kan?
Pada usia anak-anak terutama Batita sebenarnya terjadi pertumbuhan yang pesat pada kematangan syaraf dan motoriknya. Rasa ingin tahunya cukup tinggi dan selalu ingin mencoba reaksi dari setiap gerakannya.
Di usia inilah peran orang tua sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Bukan memarahi atau menakuti anak untuk menghentikan aktifitasnya karena justru akan menciptakan prilaku melawan atau sebaliknya anak menjadi penakut dan akhirnya tidak mandiri, tapi bukan juga membiarkan anak untuk melakukan apa saja tanpa batasan.
Sekilas terlihat aktifitas anak yang aktif dan hyperaktif memang sama namun kalau kita mau lihat lebih dalam, perbedaannya jelas sekali.

Ciri- ciri anak aktif antara lain;

1. Fokus

Anak aktif mampu memfokuskan perhatian dengan baik. Ketika bermain pazel, mewarnai atau menyusun balok, anak aktif cenderung akan menyelesaikan permainan dengan perhatian penuh.

2. Menurut
Anak aktif masih bisa diberitahu dan mau mematuhi dengan baik. Asalkan ortu memberikan alasan dan dengan cara yang tidak memojokkan atau berkesan memarahinya. contoh dilarang untuk tidak mencoret-coret di dinding karena akan membuat dinding menjadi kotor dan tidak indah, dsbnya.

3. Kreatif
Anak aktif bisa menciptakan permainan baru yang kadang tak pernah kita duga. Contohnya ia bisa membuat bayangan tangan menyerupai burung atau bebek di dinding.

4. Lebih sabar
Anak aktif memiliki kesabaran lebih baik saat diminta untuk menyelesaikan pazel atau menunggu.

5. Sadar bila Lelah.
Anak aktif akan beristirahat dan menghentikan aktifitasnya bila lelah.

6. Memiliki intelegensi yang tinggi
Biasanya anak aktif cenderung cerdas dan lebih mandiri

Sementara ciri-ciri anak Hyperaktif adalah;

1. Tidak fokus
Anak hyperaktif biasanya tidak bisa bertahan untuk sebuah permainan lebih dari 5 menit.

2. Melawan
Anak hyperaktif sulit untuk diberitahu dan akan terus melakukan aktifitas sesuka hatinya. Biasanya ia akan berontak dan melawan.

3. Merusak
Anak hyperaktif cenderung merusak. Dalam permainan, ia akan lebih suka membongkar mainan dan memainkannya dengan caranya sendiri.

4. Tidak mudah lelah dan tanpa tujuan
Anak tidak pernah lelah dan semua aktifitasnya lebih bayak tanpa tujuan jelas.

5. Tidak sabar dan cenderung agresif
Anak hyperaktif tidak mau menunggu dan sering merebut benda yang dipegang temannya. Ia juga cendrung agresif terhadap teman bermainnya. contoh anak hyperaktif tiba-tiba memukul tanpa sebab dan ia cuek setelahnya.

6. Cenderung intelegensi rendah
Anak hyperaktif kurang kreatif karena kecerdasannya cenderung dibawah anak-anak normal

Demikianlah Ayah, bunda... semoga tulisan diatas dapat menjadi pertimbangan untuk tidak terlalu cepat memfonis anak-anak kita sebagai anak hyperaktif.